Pendidikan

Alunan Melodi Indonesia Raya, Sekolah Adiwiyata, dan Mars PPK dalam Dekap Hangat PTM Terbatas

Seluruh siswa siswi masuk!

Rangkaian suara bel yang selama ini mati suri kembali menggema di penjuru sekolah, pertanda bahwa beberapa kebiasaan yang sebelum pandemi rutin dilakukan telah kembali ‘menggeliat’ di masa normal baru ini. Pintu-pintu kelas kembali dibuka pertanda aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan. Tentunya ada beberapa hal yang berubah seiring sekolah yang kembali berjalan di masa pandemi, terutama penyesuaian waktu kegiatan belajar mengajar yang sangat terbatas. Sekolah mengupayakan teknis kegiatan belajar yang maksimal dan tetap mengacu pada protokol kesehatan. Sekalipun dalam keterbatasan, sekolah harus tetap memberikan pelayanan terbaik untuk peserta didik, agar para peserta didik tetap mendapatkan haknya dengan semestinya.

Sekolah kita tercinta, SMP Negeri 1 Purbalingga menjadi salah satu sekolah yang diberi kesempatan menjadi sekolah percontohan dalam kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Kegiatan PTMT ini berfokus pada kegiatan belajar mengajar di sekolah yang mengutamakan protokol kesehatan. Tidak hanya itu, jam belajar mengajar pun berkurang waktunya. Semula jam belajar mengajar dalam 1 jam adalah 40 menit, di masa pandemi berkurang menjadi hanya 30 menit. Setiap peserta didik juga hanya mendapatkan giliran berangkat sekolah 3 kali dalam 1 minggu berdasarkan nomor urut dan hanya berangkat separuh dari total keseluruhan peserta didik dalam 1 kelas. Sekalipun demikian, para guru mapel tetap berupaya untuk menyampaikan materi-materi penting dengan maksimal di waktu yang serba terbatas. Adanya kegiatan PTMT ini diharapkan dapat membuat peserta didik semakin terbiasa dengan kegiatan belajar mengajar secara langsung setelah sekian lama mereka terbuai dengan kegiatan PJJ.

Hal penting yang nyaris tidak pernah terdengar lagi selama pandemi adalah kegiatan pembiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza setiap hari Senin sampai Kamis, Mars Sekolah Adiwiyata setiap hari Jumat, dan Mars PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) pada hari Sabtu sebelum kegiatan belajar mengajar dilakukan. Ketiga lagu ini wajib dinyanyikan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai atau pada saat jam perwalian. Acuan yang mendasari kegiatan pembiasaan menyanyikan ketiga lagu tersebut tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) adalah kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah yang dimulai sejak dari hari pertama sekolah. Pelaksanaan kegiatan Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) didasari pada pertimbangan bahwa masih terabaikannya implementasi nilai-nilai dasar kemanusiaan yang berakar dari Pancasila yang masih terbatas pada pemahaman nilai dalam tataran konseptual, belum sampai mewujud menjadi nilai aktual di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan adanya hal tersebut, sekolah sebagai lembaga awal para peserta didik menapaki jenjang pendidikan harus turut andil dalam menanamkan  nilai-nilai budi pekerti yang dimulai dari hal-hal kecil.

 Salah satu upaya dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti adalah mulai adanya kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza, Mars Sekolah Adiwiyata, dan Mars PPK selama PTMT. Di antara ketiga lagu tersebut, lagu Indonesia Raya 3 Stanza adalah lagu yang intensitasnya paling sering dinyanyikan, yaitu setiap pagi sebanyak 4 kali dalam satu minggu. Hal ini bertujuan sebagai pembiasaan memperkenalkan lagu kebangsaan sekaligus menanamkan rasa nasionalisme sejak dini kepada para peserta didik. Beberapa waktu sebelumnya lagu Indonesia Raya hanya dinyanyikan dalam 1 stanza, tetapi terhitung mulai bulan Juli 2017, lagu Indonesia Raya mulai diperkenalkan secara lengkap menjadi 3 stanza. Mengingat sejarah panjang komposer Wage Rudlof Soepratman dalam menciptakan lagu Indonesia Raya 3 Stanza dan segala macam lika likunya, sudah seharusnya para peserta didik dan masyarakat luas mengakrabi lagu Indonesia Raya secara lengkap untuk terus mengadaptasi nilai juang dan rasa nasionalisme yang terkandung dalam setiap lirik lagu tersebut.

Sementara itu kedua lagu lainnya yang juga tidak kalah pentingnya adalah lagu Mars Sekolah Adiwiyata SMP Negeri 1 Purbalingga dan Mars PPK. Dalam lagu Mars Sekolah Adiwiyata tertuang lirik yang memicu semangat para peserta didik untuk saling menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih, terawat, dan menjadi tempat yang nyaman untuk menimba ilmu. Sebab lingkungan sekolah yang bersih juga menjadi salah satu cerminan perilaku para peserta didik. Lagu selanjutnya yang juga harus dinyanyikan oleh para peserta didik adalah Mars Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan gerakan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2018 melalui Kemendikbud. Gerakan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh sekolah yang ada di Indonesia. Ada 5 karakter utama yang harus ada dalam diri setiap peserta didik yang meliputi religius, gotong royong, nasionalis, mandiri, dan integritas. Gerakan PPK yang meliputi 5 karakter utama ini diharapkan mampu memperbaiki karakter generasi penerus bangsa menuju ke arah yang lebih baik. Untuk mendukung  pendidikan karakter peserta didik, pemerintah mengeluarkan Mars Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan harapan agar para peserta didik terus mengingat 5 karakter utama dalam membentuk generasi yang unggul.

Alunan melodi dan samar-samar ketiga lirik lagu tersebut mulai semakin sering terdengar mengudara setiap pagi untuk menyampaikan segala bentuk semangat, harapan, dan cita-cita yang juga semakin memupuk harapan untuk bisa menghirup udara bebas di sekolah dari hari ke hari. Ketiga lagu tersebut juga semakin akrab menemani hari-hari PTMT berkelanjutan ini. Bagaimana sejauh ini dengan kalian? Sudahkah mulai hafal liriknya di luar kepala dan memaknai setiap pesan yang terkandung dalam setiap lagu? Ataukah hanya menjadi angin lalu?