Uncategorized

PTS Online sebagai Tolok Ukur Kesuksesan PJJ?

Apa kabar nilai PTS kalian? Melambung atau terjun bebas?

 

Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah berlangsung hampir selama 1 semester tentunya juga harus diikuti dengan penilaian untuk membuktikan sejauh mana siswa memahami materi yang sudah diberikan selama pembelajaran sehari-hari. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil peserta didik berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Setiap satuan pendidikan selain melakukan perencanaan dan proses pembelajaran juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien sebagaimana yang dijelaskan dalam PP nomor 19 tahun 2005 tersebut.

Sekalipun Indonesia sedang menghadapi pandemi global, pelaksanaan pendidikan beserta sistem penilaiannya harus tetap berlangsung dengan berbagai cara yang tentunya harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat untuk memutus penyebaran rantai penularan Covid-19. Berbagai instansi pendidikan melaksanakan PTS dengan cara yang berbeda. Ada yang menggunakan sistem luring dan daring (online). Beberapa di antaranya memilih menggunakan sistem daring karena dirasa merupakan sistem yang paling aman. Tentunya hal ini juga perlu persiapan dan proses yang tidak sebentar.

Penilaian Tengah Semester (PTS) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 sampai 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan penilaian tersebut meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada periode tersebut. Perlu persiapan yang matang agar PTS di masa pandemi ini dapat dijalankan dengan lancar. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar pelaksanaan PTS online dapat dijalankan dengan baik. Terutama pengadaan simulasi sebelum pelaksanaan PTS yang menjadi kunci penting suksesnya pelaksanaan PTS.

SMP Negeri 1 Purbalingga, merupakan salah satu sekolah yang menerapkan PTS dengan sistem online yang dilaksanakan mulai tanggal 7 September sampai 12 September 2020. Berbagai macam persiapan dilakukan mulai dari simulasi, penulisan soal, sampai pembuatan kunci, dan teknis pelaksanaan siswa dalam mengakses soal-soal PTS tersebut. Sebelum memutuskan untuk melakukan PTS online, sekolah sudah terlebih dahulu mempertimbangkan banyak hal sampai pada akhirnya Kepala Sekolah memberikan instruksi untuk tetap melaksanakan PTS online karena sekolah dirasa mampu untuk menyediakan layanan tersebut.

Teknis pelaksanaan PTS online ini dilakukan dengan cara masing-masing tim guru mapel saling berkolaborasi dalam pembuatan soal-soal untuk tiap jenjang yang diampu. Tim IT yang juga merupakan panitia inti bekerja di balik layar untuk monitoring WhatsApp autorespon. Kemudian pelaksanaan bagi siswa dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp autorespon. WhatsApp hanya dapat diakses dengan mengirimkan NIS untuk mendapatkan link yang terhubung langsung dengan soal PTS di mapel yang terjadwal pada hari tersebut. Sebelum masuk ke WhatsApp autorespon, siwa terlebih dulu mengisi presensi secara online yang sudah dibagikan oleh tiap wali kelas di grup WhatsApp kelas. Waktu pengerjaan PTS ini juga lebih singkat karena soal yang diujikan hanya berupa soal pilihan ganda.

Walaupun pelaksanaan PTS kali ini sangat berbeda dengan pelaksanaan PTS sebelumnya, siswa tidak akan kehilangan esensi pelaksanaan PTS dan tetap akan mendapatkan nilai sesuai dengan kemampuannya. Sekalipun sebelumnya siswa sudah melakukan simulasi PTS, tetap ada beberapa kendala teknis yang ditemui pada saat pelaksaan PTS yang sebenarnya, terutama pada permasalahan koneksi. Koneksi yang kurang stabil membuat siswa kesulitan untuk mengakses soal-soal yang sudah tersedia di laman GoogleeForm. Siswa harus menunggu koneksi stabil, baru kemudian dapat mengerjakan kembali soal yang belum terselesaikan. Hal ini merupakan masalah bersama yang masih menjadi PR utama bagi sekolah ketika pelaksanaan penilaian semacam ini sedang berlangsung. Sekolah masih memikirkan cara untuk meminimalisir kendala ini terjadi kembali.

Dari pelaksanaan PTS online ini tentunya kita semua dapat mengevaluasi hasilnya agar dapat dibenahi di penilaian-penilaian selanjutnya. Baik guru maupun siswa pun belajar agar penilaian selanjutnya dapat lebih dimaksimalkan dari segi teknis ataupun hasil akhirnya. Sekalipun masih perlu adanya penyempurnaan di berbagai macam sisi, sekolah sudah berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk siswa. Semoga di waktu yang akan datang pelaksanaan penilaian-penilaian ini dapat ditingkatkan teknis pelaksanaannya sekaligus meminimalisir permasalahan yang dapat terjadi secara mendadak di tengah pelaksanaannya.

Saling bekerja sama adalah ujung tombak suksesnya berbagai macam program di tengah pandemi yang tampaknya masih belum ada titik terang akan ada tanda-tanda mereda. Kita harus siap melewati apapun tantangan yang ditawarkan di tengah pandemi global ini. Nah bagaimana kesan PTS online dalam ingatan kalian? (WPA)

 

Tim Literasi