Uncategorized

Oktober untuk Bulan Bahasa

Tahukah kamu?

 

Bangsa Indonesia terbentuk dari beragam suku dan bahasa. Menurut Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berdasarkan Summer Institute of Linguistics menyebut jumlah bahasa di Indonesia sebanyak 719 bahasa daerah dan 707 di antaranya masih aktif dituturkan. Sementara itu, UNESCO baru mencatat ada 143 bahasa daerah di Indonesia berdasarkan status vitalitas atau daya hidup bahasa. Segala macam hal yang sifatnya multikultural ini tidak dapat disatukan apabila tidak ada bahasa pemersatu yang menjembatani satu sama lain. Kita bisa membayangkan, akan banyak sekali salah persepsi jika masing-masing suku di setiap daerah hanya menggunakan Bahasa Ibu saja. Rumit kan? Bagaimana mungkin saudara kita yang datang dari Kalimantan berkomunikasi dengan kita yang berada di Jawa kalau masing-masing hanya mengerti bahasa daerah saja?

Kita perlu berterima kasih kepada para pemuda yang pada tahun 1928 sudah berikrar dan bertekad memperjuangkan bahasa persatuan. Bahasa inilah yang kita pakai dan pelajari sampai hari ini, Bahasa Indonesia. Ragam bahasa yang bermacam-macam ini akhirnya mempunyai solusi ketika sedang saling bertemu dengan saudara antarsuku atau antardaerah, sekaligus menjadi poros utama kita dalam berkomunikasi sehari-hari di samping bahasa daerah yang juga masih erat sekali penggunaannya. Belum lagi dengan adanya pemakaian bahasa asing dalam keseharian, membuat bahasa yang digunakan di Indonesia semakin beragam.

 Kemudian, mari kita simak info ini. Dalam Kongres Bahasa Indonesia yang pertama kali digelar 80 tahun lalu di Solo (1938) memutuskan bahwa Bahasa Indonesia tidak merombak bahasa daerah. Menurut Tabrani (pada saat Kongres) bahasa ini disebarkan untuk mewujudkan satu tekad bertanah air, berbangsa, dan berbahasa. Ikrar itu telah terucap semenjak tanggal 2 Oktober 1928. Untuk itu sekalipun kita lebih dominan menggunakan bahasa daerah, Bahasa Indonesia tetap bertahan eksistensinya karena penuturnya berasal dari semua kalangan suku di Bumi Pertiwi. Bahkan sudah mulai dipelajari oleh negara lain. Hal ini juga sekaligus menjadi bukti bahwa bahasa daerah dan Bahasa Indonesia tetap bisa dipergunakan secara berdampingan. Tentunya juga bisa saling menyatukan perbedaan lho.

Merujuk pada fakta dan sejarah tersebut, bulan Oktober kemudian ditetapkan sebagai bulan bahasa. Kalian mungkin masih awam dengan peringatan bulan bahasa ya? Biasanya, kalangan akademisi, pegiat bahasa, pemerhati bahasa, serta orang-orang yang turut memfokuskan kegiatan dengan hal-hal kebahasaan lebih mengetahui informasi tentang peringatan bulan bahasa ini. Kegiatan yang dilaksanakan dalam acara bulan bahasa terdiri dari beberapa jenis. Ada kegiatan yang diadakan sebagai ajang berkarya atau berekspresi, ada kegiatan yang diadakan sebagai ajang peningkatan kualitas berbahasa Indonesia, dan ada kegiatan yang diadakan sebagai ajang perlombaan. Masing-masing kegiatan ini diadakan dengan bertujuan untuk mengasah keterampilan dalam bidang kebahasaan sekaligus sebagai wujud partisipasi kita dalam meningkatkan kualitas berbahasa. Semua kegiatan ini bisa diikuti oleh dari berbagai kalangan.

Pada bulan ini, kegiatan seperti lomba menulis puisi, lomba menulis cerpen, lomba pidato, dan perlombaan lain yang berkenaan dengan bahasa diadakan untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai adanya bulan bahasa dan sastra Indonesia. Perlombaan semacam ini sekaligus dilakukan sebagai upaya menarik minat masyarakat luas untuk dapat berpartisipasi memperingati bulan bahasa guna meningkatkan rasa cinta terhadap bahasa dan karya sastra Indonesia. Selain itu, diselenggarakannya bulan bahasa dan sastra dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sastrawan Indonesia dan hasil karyanya. Namun, perayaan bulan bahasa dan sastra di sekolah-sekolah kian surut dan biasanya sepi peminat. Padahal perayaan bulan bahasa dan sastra juga diperlukan guna menanamkan kesadaran akan pentingnya meningkatkan kualitas, kreatitas, dan menghargai bahasa sendiri.  Kurangnya apresiasi terhadap bahasa dan sastra Indonesia bukan hanya terjadi di kalangan masyarakat saja, melainkan pula di kalangan pelajar. Sudah barang pasti, kita sebagai generasi muda harus tetap menjaga agar euforia bulan bahasa tetap terjaga dan dapat selalu diperingati setiap tahunnya pada bulan Oktober.

Memiliki keragaman seharusnya membuat kita menjadi lebih paham mengenai arti dari persatuan. Bahasa Indonesia diciptakan utamanya untuk memelihara persatuan, menghubungkan setiap suku untuk dapat berkomunikasi dengan suku lain, dan memudahkan kita untuk lebih memahami berbagai bidang ilmu. Kita harus percaya bahwa bahasa juga dapat meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dan menjadikan kesatuan bangsa sebagai identitas nasional. Jadi, jangan lupakan bahwa kita harus selalu mengapresiasi betapa pentingnya Bahasa Indonesia di tengah-tengah masyarakat multikultural ini.

Oleh karena itu, pengutamaan bahasa Indonesia adalah sesuatu yang sangat perlu. Hal ini bukan hanya tugas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB), melainkan  juga tugas seluruh rakyat Indonesia. Selanjutnya, sebagai bentuk upaya BPPB untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, kegiatan bulan bahasa diselenggarakan setiap tahun pada bulan Oktober sebagai pengingat bahwa para pemuda Indonesia pernah memperjuangkan sejarah panjang bahasa Indonesia ini. Tujuannya tidak lain sebagai bentuk memelihara semangat dan meningkatkan keikutsertaan peran masyarakat luas dalam bidang sastra dan kebahasaan, karena jika bukan masyarakat Indonesia siapa lagi yang akan mempertahankan bahasa Indonesia?

 

Nah, bagaimana versi merayakan Bulan Bahasa dan Sastra pada Oktober ini menurut kalian?