Pendidikan

MPLS Virtual SMP N 1 Purbalingga, Bukti Kesiapan Sekolah Berbasis Digital

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau juga dikenal sebagai Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB), merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran untuk menyambut kedatangan para peserta didik baru. MPLS dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan memupuk rasa kebersamaan. MPLS juga digunakan sebagai sarana pengenalan peserta didik terhadap lingkungan baru di sekolah. Masa pengenalan tersebut meliputi sesama siswa baru, kakak kelas, dan guru termasuk pengenalan berbagai macam kegiatan yang rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum mereda, kegiatan MPLS tetap dilakukan dengan cara virtual. Tentu saja teknis pelaksanaanya berbeda jauh dengan MPLS pada masa sebelum pandemi. Sekalipun berbeda, MPLS virtual ini tetap dapat dilaksanakan, dan tidak menghilangkan esensi mengenalkan lingkungan sekolah kepada para peserta didik. SMP Negeri 1 Purbalingga merupakan salah satu sekolah yang turut melaksanakan kegiatan MPLS virtua. Kegiatan ini didampingi oleh Bapak Drs. Runtut Pramono selaku Kepala Sekolah dan tim yang terdiri dari kurikulum dan tim kesiswaan yaitu, Ibu Yohana Kristianti selaku tim kurikulum, Bapak Suparto, Ibu Firsty Julietanti, Bapak Moko Dantoro, Ibu Veranita Ragil Sagita, selaku tim kesiswaan. Para peserta didik baru yang mengikuti kegiatan MPLS virtual dengan media Zoom Meeting ini dapat mengakses semua kegiatan selama pelaksanaan MPLS berlangsung dari rumah masing-masing.

MPLS virtual ini dilakukan untuk menegaskan kepada para peserta didik bahwa mereka telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMP N 1 Purbalingga atau yang akrab disebut Spenzaga. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan rasa saling memiliki satu sama lain, baik dengan teman sekelas maupun dengan wali kelas yang baru. Pelaksanaan MPLS daring ini dimulai pada 12 sd 17 Juli 2021. Sejak hari pertama sampai hari terakhir MPLS, wali kelas sudah aktif mengecek kehadiran siswa melalui pesan suara pada aplikasi WhatsApp. Hal ini dilakukan agar peserta didik melatih keberaniannya sekalipun dilakukan secara virtual. Selain presensi kehadiran, di hari pertama MPLS peserta didik juga harus memperkenalkan diri dengan menyebutkan identitas diri secara lengkap dan dilengkapi foto diri. Pada hari pertama Senin, 12 Juli 2021 kegiatan diisi dengan pembukaan, mengenal sekolah lebih dekat, dan mengenal teman, serta wali kelas masing-masing yang dipandu oleh tim kesiswaan. Hal ini bertujuan agar siswa mempunyai gambaran tentang apa yang ada di sekolah baru mereka.

Kegiatan pada hari kedua meliputi pengenalan kegiatan pembelajaran di SMP N 1 Purbalingga yang disampaikan langsung oleh Ibu Yohana Kristianti selaku waka kurikulum. Pada sesi ini, peserta didik diajak untuk lebih memahami teknis pembelajaran daring atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yang nantinya akan dijalani sampai akhir semester. Kegiatan di hari ketiga mengusung tema etika dan sopan santun, meliputi aspek interaksi peserta didik dengan wali kelas, dan guru mapel. Kegiatan disampaikan oleh tim kesiswaan yang bertujuan untuk menanamkan karakter kepada para peserta didik secara tidak langsung, agar sekalipun para peserta didik tidak bertatap muka dengan para guru, etika dan kesopanan tetap harus diutamakan. Pada hari keempat, peserta didik kembali disuguhkan materi tentang media pembelajaran yang digunakan pada waktu PJJ dan pembuatan grup WhatsApp mata pelajaran yang masih didampingi oleh tim kesiswaan dan para wali kelas. Grup WhatsApp mapel ini bertujuan untuk memudahkaan koordinasi peserta didik dengan, wali kelas, dan guru mapel. Di grup tersebut, guru mapel akan membagikan instruksi pembelajaran atau berkomunikasi dengan peserta didik mengenai materi yang dirasa perlu dijelaskan ulang.

Di 2 hari terakhir kegiatan MPLS, materi yang diberikan fokus pada proses pembelajaran daring yang di terapkan di SMP N 1 Purbalingga. Pada hari kelima, Jumat, 16 Juli 2021 peserta didik menyimak materi tentang Google Class Room utamanya adalah tentang tata cara bergabung dengan akun Google Class Room tiap mapel. Selain itu, peserta didik juga diberikan materi mengenai pengisian Google Form. Materi tentang Google Form ini diberikan karena nantinya para guru mapel menggunakan Google Form untuk melakukan presensi dan yang paling penting adalah Goole Form ini biasa digunakan sebagai media pelaksanaan penilaian harian atau kuis pada pelaksanaan PJJ. Peserta didik diharuskan memahami materi ini karena, Google Class Room dan Google Form merupakan 2 hal yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan PJJ. Setelah acara sosialisasi Google Class Room dan Google Form selesai, masih dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Kepala Sekolah dan intermezzo berupa games  dari perwakilan anak OSIS untuk mengurangi kejenuhan. Diharapkan setelah menyimak materi ini peserta didik tidak mengalami kesulitan pada saat PJJ berlangsung, termotivasi, dan lebih santai dalam menghadapi PJJ. Di hari terakhir, Sabtu 17 Juli 2021, materi yang diberikan adalah materi khusus oleh wali kelas meliputi perwalian secara daring, pembagian jadwal pembelajaran, dan persiapan-persiapan yang perlu dilakukan sebelum memasuki PJJ pada pekan selanjutnya.

Setelah rangkaian kegiatan MPLS tersebut selesai, peserta didik dapat melakukan kegiatan PJJ sebagaimana yang sudah dilakukan terlebih dahulu oleh kelas 8 dan 9. Diharapkan dengan adanya materi pada saat MPLS, peserta didik menjadi lebih siap menghadapi pembelajaran  di masa mendatang. Tentunya di tengah pandemi Covid-19 ini kita semua berupaya agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Segala macam kegiatan pembelajaran termasuk pendidikan karakter tetap dapat dilakukan secara daring sekalipun di tengah pandemi yang kurvanya masih terus melonjak dari hari ke hari. Pandemi Covid-19 ini sudah seharusnya tidak menjadi penghalang untuk tetap melakukan segala macam kegiatan bermanfaat termasuk kegiatan belajar mengajar yang akan tetap dilaksanakan sebagai wujud bahwa pendidikan adalah kebutuhan yang harus dipenuhi dan hak semua peserta didik. Semoga pandemi segera berlalu dan sekolah kembali bisa dibuka untuk melakukan aktivitas normal sebagaimana mestinya.