Pendidikan

Menyongsong PTM, Awal Sekolah Kembali Bergema

Selama lebih dari 1 tahun semenjak bulan Maret 2020 Indonesia mulai menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Setelah sekian lama penerapan pembelajaran jarak jauh tersebut, percobaan sekolah tatap muka beberapa kali dilakukan. Pada masa PPKM yang masih terus diperpanjang ini, pembelajaran tatap muka (PTM) kembali akan direncanakan dengan berbagai macam aturan dan tentunya dengan mengutamakan protokol kesehatan yang ketat. Pembelajaran tatap muka ini dilakukan agar peserta didik mempunyai gambaran tentang kegiatan belajar mengajar di sekolah, setelah selama ini hanya berkutat dengan pembelajaran jarak jauh. Meskipun demikian pembelajaran jarak jauh juga tidak meninggalkan tujuan utama kegiatan belajar mengajar tentang pemberian materi sesuai dengan kebutuhan para peserta didik.

Penyelenggaraan pembelajaran tatap muka ini dapat dilakukan apabila sekolah memenuhi beberapa persyaratan antara lain, tersedianya sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dengan jumlah yang memadai, alat pengukur suhu untuk memastikan suhu tubuh peserta didik normal, serta alat penunjang protokol kesehatan yang wajib dikenakan dan dibawa oleh peserta didik (masker 2 lapis dirangkap dengan masker kain, face shield, hand sanitizer). Selain itu peserta didik juga harus selalu menjaga jarak dimanapun dan kapanpun. Perencanaan PTM terbatas ini juga akan dijalankan sesuai penjadwalan yang sudah diatur oleh sekolah.

SMP Negeri 1 Purbalingga merupakan salah satu sekolah yang akan melaksanakan PTM setelah melewati beberapa proses uji coba PTM. Peserta didik yang akan mengikuti PTM tentunya harus mengantongi izin dari orang tua terlebih dahulu. Izin ini dibuktikan dengan pengisian angket yang dibagikan oleh tim kesiswaan. Teknis pelaksanaan PTM akan dibagi berdasarkan jenjang, kelas 9 menjadi jenjang pertama yang akan melaksanakan PTM. Dalam setiap kelas terdapat 16 anak yang akan mengikuti kegiatan belajar mengajar yang mendapatkan 7 jam pelajaran dengan durasi 30 menit dalam setiap jam dari masing-masing mapel. Meja dan kursi ruangan kelas yang akan digunakan untuk PTM telah diatur berjarak 1,5 meter agar peserta didik dapat mengurangi interaksi satu sama lain. Di ruang kelas juga sudah dipastikan terdapat ventilasi untuk sirkulasi udara yang baik, pencahayaan yang cukup, dan terdapat tempat sampah di setiap kelas.

Suparto S.Ag selaku tim kesiswaan sekaligus ketua satgas Covid-19 sekolah juga menjelaskan rincian pelaksanaan PTM mulai dari persiapan peserta didik sebelum berangkat ke sekolah, selama di perjalanan menuju sekolah, sebelum masuk gerbang, selama kegiatan belajar mengajar, selesai kegiatan belajar mengajar, perjalanan pulang dari sekolah, dan tata cara setelah sampai di rumah. Selama pelaksanaan PTM peserta didik juga diimbau untuk menggunakan kendaraan pribadi, antar jemput, dan tidak menggunakan kendaraan umum. Hal-hal tersebut akan menjadi tanggung jawab wali kelas untuk menyosialisasikan kepada wali murid dan peserta didik perwaliannya. Tentunya sinergi yang baik ini akan terwujud apabila orang tua juga turut andil meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik selama PTM berlangsung.  Dalam PTM kali ini, 100 persen guru dan staf karyawan juga sudah mendapatkan 2 kali vaksin. Sementara itu, pelaksanaan vaksinasi bagi peserta didik yang belum mendapatkan akan segera diusahakan melalui kerjasama dengan instansi terkait.

Sekolah sudah memastikan bahwa dalam PTM kali ini segala jenis persiapan telah benar-benar matang untuk menyambut peserta didik kembali ke sekolah. Persiapan tersebut dimulai dari kebersihan setiap ruang kelas yang menjadi tanggung jawab para wali kelas. Sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang cukup meliputi, sabun cuci tangan, air bersih di setiap fasilitas CTPS cairan pembersih tangan (hand sanitizer) yang terpasang di setiap pintu masuk kelas, dan masker cadangan yang selalu tersedia di sekolah. Selain itu ruangan UKS juga kembali difungsikan sebagaimana mestinya. Upaya lain yang dilakukan sekolah untuk menjaga protokol kesehatan adalah pada saat selesai kegiatan belajar mengajar ruangan kelas akan disterilkan menggunakan desinfektan untuk memastikan ruang kelas bersih dan bisa kembali digunakan keesokan paginya dengan nyaman.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Purbalingga Drs. Runtut Pramono juga turut memberikan semangat dan motivasi sebelum PTM dilaksanakan. Beliau menegaskan bahwa PTM kali ini adalah tantangan yang harus dihadapi oleh semua stakeholder. Suksesnya PTM kali ini merupakan peran serta bahu membahu dalam melayani peserta didik dengan baik agar mereka dapat menerima hak-haknya sebagai seorang pelajar. Beliau juga berpesan kepada para guru dan wali kelas untuk selalu memberikan motivasi kepada peserta didik agar segera menyesuaikan keadaan dengan kembali diberlakukannya PTM ini, sebab semuanya memiliki harapan besar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Nah bagaimana? Apa kalian sudah siap kembali mengukir cerita masa putih biru dengan bertemu tatap bersama teman-teman? Atau sudah sangat nyaman dengan pembelajaran jarak jauh?